Kabsyah, Ibunda 2 Pejuang Syahid

Kabsyah binti Rafi’ bin Muawiyah bin ‘Ubaid bin al-Abjar al-Khudriyyah adalah shohabiah yang berhasil melahirkan pahlawan hebat.
Yang membuat ‘Arsy Allah berguncang ketika salah satu putranya wafat.

Suami Kabsyah adalah Mu’adz bin Nu’man. Dari pernikahan ini, mereka dianugerahi beberapa putra dan putri: Sa’ad bin Mu’adz, ‘Amr bin Mu’adz, Iyas, Aus, ‘Aqrab dan Ummu Hizam.

Tatkala perang Uhud, putra Kabsyah (‘Amr bin Mu’adz) mati syahid, ia mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah SAW dengan surga.

Ketika terjadi perang Khandak, Kabsyah menyeru anaknya (Sa’ad bin Mu’adz) untuk segera berangkat berperang, tanpa memperhatikan bahwa baju besi yang dipakai putranya tidak sempurna. Seluruh sikunya terbuka dan terlihat jelas.

Sayyidah Aisyah sempat mengingatkan Kabsyah akan hal itu. Dan yang dikhawatirkan Sayyidah Aisyah pun terjadi, Sa’ad terkena lemparan anak panah tepat pada urat lengannya hingga putus.

Luka yang dialami Sa’ad di perang Khandak cukup parah, hingga menyebabkan kematiannya.

Di masa sakitnya, ia pernah memenuhi panggilan Rasulullah SAW, untuk memutuskan hukuman bagi bani Quraizhah yang telah berkhianat kepada Rasulullah di perang Khandak.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda setelah mendengar keputusannya, ”Engkau telah memutuskan hukuman sesuai dengan hukum Allah dan hukum Rasul-Nya.”

Ketika wafatnya Rasulullah SAW bersabda, “Inilah hamba shalih yang kematiannya telah mengguncang ‘Arsy, membuat pintu-pintu langit terbuka, dan 70 ribu malaikat hadir mengiringinya. Padahal, mereka belum pernah turun ke bumi seperti ini sebelumnya, hingga ia merasa kesempitan kemudian Allah memberinya keluasan.” (HR. Bukhari Muslim)

Walaupun kesyahidan Sa’ad bin Mu’adz sudah dijamin oleh Nabi, namun Kabsyah adalah seorang ibu, ia menangis ketika kehilangan putranya.

Ketika Rasulullah SAW tiba di rumah Sa’ad bin Mu’adz, beliau mendengar tangisan Ummu Sa’ad (Kabsyah), lalu beliau bersabda, “Setiap perempuan berdusta dengan tangisnya, kecuali Ummu Sa’ad.”

Saat jasad Sa’ad dibawa menuju pembaringannya yang terakhir, para sahabat yang mengangkat jenazahnya berkata, “Ya Rasulullah, kami tidak pernah mengangkat jenazah seringan ini.”

Rasulullah bersabda, “Bagaimana tidak ringan, malaikat telah turun ke bumi begini dan begini. Mereka belum pernah turun dengan cara seperti ini sebelumnya. Dan mereka ikut memikul jenazah bersama kalian.”
Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut membuat Kabsyah terhibur.

Kabsyah pun wafat di Madinah setelah kedua anaknya gugur sebagai syahid.

Sumber: 35 Shiroh Shohabiyah.

Dayah Nidhammul Fata

Tempat menuntut ilmu agama Dayah salafi Belajar ilmu agama dari pada kitab-kitab karangan ulama majhab imam syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *