KETIKA PEMIMPIN MENDHALIMI RAKYATNYA

Sebagai santri tentunya kita sudah sangat hafal akan kaidah yg berbunyi

تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

Terjemah bebasnya adalah “Kebijakan pemerintah harus pro rakyat”.

Makna dari kaidah diatas adalah kebijakan apapun yg ditetapkan oleh pemerintah haruslah berupa kebijakan yg dapat dirasakan kemanfaatannya oleh semua lapisan tanpa tebang pilih dan pandang bulu, jangan sampai muncul kebijakan yang hanya dirasakan oleh golongan, kelompok atau etnis tertentu lebih lebih dalam hal penegakan supremasi hukum, karena point ini mendapat perhatian khusus dari Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Dalam sebuah Haditsnya Beliau bersabda :

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

Sesungguhnya hancurnya umat sebelum kalian adalah bahwa mereka itu jika ada orang mulia yang mencuri mereka biarkan, dan jika ada orang yang lemah mencuri mereka tegakkan hukum pidana. Demi Allah, jika Fatimah binti Muhammad mencuri maka akan aku sendiri yg akan memotong tangannya. [HR. Bukhari]

Nah, belakangan yg terjadi dinegeri yg sangat kita cintai ini tengah berlangsung sebuah drama hukum belah bambu yang memberikan contoh tidak baik pada rakyat dan membuat wajah negeri menjadi suram karena Undang Undang hanya diberlakukan pada satu kelompok tidak kelompok yang lain.

Padahal Pemerintah diibaratkan seorang penggembala mempunyai kewajiban menjaga domba dombanya dari serangan serigala. Bagaimana kemudian jika yang menjadi serigala adalah penggembalanya ?

Inilah potret negeri kita sekarang dan inilah yg ditakutkan seorang penyair Arab

وراع الشاة يحمى الذئب عنها
فكيف اذا الرعاة لها ذئاب

Seorang penggembala domba harus menjaga dombanya dari terkaman serigala, tapi bagaimana jika penggembalanya yg menjadi serigala ?

Kapan Negeri kita akan menjadi negeri yg bermartabat jika penegakan supremasi hukumnya masih dalam tanda tanya ? Yang pasti bersiap bersiaplah untuk negeri yang hancur dan tinggal nama.

Maka benarlah apa yg dikatakan Syekh Mustafa As-Siba’i rahimahullah

عندما يمسك بالقلم جاهل وبالبندوقية مجرم وبالسلطة خائن ، يتحول الوطن الى غابة لا تصلح لحياة البشر

Ketika yang memegang pena (legislatif) adalah orang jahil dan yang memegang kendali persenjataan (yudikatif) adalah orang jahat serta yang berkuasa (ekskutif)adalah orang berkhianat, maka sebuah negeri akan berubah menjadi hutan belantara yang tidak layak menjadi tempat berlangsungnya kehidupan manusia.

Dayah Nidhammul Fata

Tempat menuntut ilmu agama Dayah salafi Belajar ilmu agama dari pada kitab-kitab karangan ulama majhab imam syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *