MENSYUKURI KENIKMATAN SEBELUM DIAMBIL

Apa yg terjadi hari ini dengan covid 19, merupakan pengingat buat kita semua. Sudahkah kita mensyukurinya terhadap apa yg kita miliki saat ini sebelum adanya virus ini. Sudah berapa banyak yg kehilangan suami, istri, ortu, anak, teman sekerja, saudara dan sahabat.

Ada dua nikmat yang sering dilalaikan manusia.
Yaitu, Nikmat Kesehatan dan Waktu Longgar. Keduanya baru bisa diketahui nilai kenikmatannya ketika Allah Ta’ala mengambilnya dari seseorang.

Untuk itu kita harus menyadari semua nikmat yang telah diberikan Allah Ta’ala dengan sikap bersyukur dan tidak menyia-nyiakannya.
Allah Ta’ala telah menjanjikan barang siapa yang bersyukur atas nikmatnya maka akan ditambah nikmat padanya.

Namun, Allah Ta’ala juga mengingatkan bahwa siapa pun yang tidak beryukur, maka adzab-Nya amatlah berat. Adzab atas lalainya kita pada nikmat pemberian Allah Ta’ala tidak hanya terjadi di akhirat tapi juga di dunia. Berdoalah kepada Allah Ta’ala agar dilindungi dari diambilnya sesuatu nikmat setelah diberi.

Jika Allah Ta’ala memberikan nikmat berupa kenikmatan zahir, maka bersedekahlah sebagai bagian dari rasa syukur. Di samping itu juga sebagai bukti bahwa kita menyadari betul bahwa segala yang kita memiliki sesungguhnya datang dari Allah Ta’ala. Karena jika kita tidak bersyukur atau tidak amanah atas pemberian Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala pula yang akan mengambilnya.

Kenikmatan batin pun harus senantiasa disadari dan disyukuri. Allah Ta’alalah meringankan kita untuk beribadah, tawaddu’, khusuk dan senang beramal. Jika itu semua tidak disyukuri, maka Allah Ta’ala tidak akan tambah nikmat batin tersebut. Bahkan, jika seseorang merasa kenikmatan batin itu datang dari dirinya sendiri, Allah Ta’ala bisa saja mencabut nikmat batin tersebut.

Perlu kita ingat bahwa biasanya nikmat yang diambil sangat jarang kembali lagi kecuali atas izin Allah Ta’ala. Karenanya, pintar-pintarlah menyadari kenikmatan dan bersyukur atas pemberian itu kepada Allah Ta’ala.

Beryukur dapat dilakukan dengan hati. Yaitu, dengan meyakini bahwa segala nikmat itu adalah pemberian Allah Ta’ala. Bersyukur secara lisan dengan mengucapkan hamdallah. Dan beryukur dengan seluruh tubuh melalui selalu menahan diri untuk tidak menyebarkan aib orang lain yang diketahui melalui indra.
Jangan lupa perbanyak Shadaqah juga.


Wallahua’alam bishawab

Dayah Nidhammul Fata

Tempat menuntut ilmu agama Dayah salafi Belajar ilmu agama dari pada kitab-kitab karangan ulama majhab imam syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *